PERADABAN

Peradaban Indonesia pada masa jaman kerajaan merupakan masa yang sangat kaya akan budaya, politik, dan ekonomi. Ini adalah periode yang panjang dan beragam, dimulai dari kerajaan-kerajaan kecil di berbagai pulau sebelum akhirnya berkembang menjadi kerajaan yang lebih besar dan kuat seperti Sriwijaya, Majapahit, dan Mataram.

Salah satu ciri khas peradaban Indonesia pada masa jaman kerajaan adalah keberagaman budaya dan agama. Meskipun mayoritas penduduk pada saat itu menganut agama Hindu-Buddha, namun agama-agama lokal juga tetap bertahan dan memberikan warna tersendiri dalam kehidupan sehari-hari. Kerajaan-kerajaan ini juga memiliki sistem pemerintahan yang terorganisir dengan baik, dimana raja atau ratu memegang kekuasaan tertinggi dan dibantu oleh para bangsawan, pendeta, dan pejabat pemerintahan.

Dalam bidang ekonomi, perdagangan menjadi salah satu pilar utama peradaban kerajaan Indonesia. Dengan letak geografisnya yang strategis, Indonesia menjadi pusat perdagangan internasional yang ramai, terutama dalam perdagangan rempah-rempah, emas, dan barang-barang mewah lainnya. Hal ini membuat beberapa kerajaan seperti Sriwijaya dan Majapahit menjadi sangat kaya dan berpengaruh di kawasan Asia Tenggara.

Selain itu, peradaban ini juga mencapai pencapaian yang signifikan dalam bidang seni dan sastra. Seni arsitektur, ukiran, dan pahatan batu candi merupakan contoh keindahan seni yang masih dapat kita saksikan hingga saat ini. Sastra klasik seperti Kakawin Ramayana dan Kakawin Bharatayuddha menjadi karya-karya sastra penting yang mencerminkan kekayaan budaya dan spiritualitas pada masa itu.

Namun, seperti peradaban lainnya, peradaban Indonesia pada masa jaman kerajaan juga mengalami pasang surut. Persaingan internal dan eksternal, bencana alam, serta invasi dari luar menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi kejatuhan kerajaan-kerajaan tersebut. Meskipun begitu, warisan budaya dan sejarah dari masa jaman kerajaan tetap menjadi bagian penting dari identitas Indonesia yang kaya dan beragam saat ini.

Kita melihat bagaimana kehidupan nenek moyang kita yang hidup dengan penuh inovasi serta kreativitas yang menghidupkan ke aripan lokal, yang sampai saat ini bisa kita lihat melalui cagar budaya.

Bagaimana bisa nenek moyang kita menciptakan norma dan budaya yang begitu elok nan melimpah, sedangkan pada jaman dahulu untuk makan makanan sehat pun sangat susah, bagaimana cara mereka berpikir sehingga pemikiran pemikiran mereka menghasilkan karya yang bisa kita rasakan di masa sekarang ini.

Tentu kita semua bertanya, apa yang membuat nenek moyang kita sangat kreatif bukan?

Banyak faktor yang dapat menjelaskan kreativitas yang melimpah dari masyarakat terdahulu dan menghasilkan kebudayaan yang kaya. Beberapa di antaranya meliputi:

  1. Ketergantungan pada Sumber Daya Alam: Ketergantungan pada sumber daya alam tertentu seperti hasil pertanian, hutan, sungai, dan laut mendorong masyarakat untuk menciptakan teknologi dan budaya yang sesuai dengan lingkungan mereka. Misalnya, keahlian dalam pertanian dapat menghasilkan teknik irigasi yang canggih atau alat-alat untuk memanen hasil pertanian.
  2. Interaksi Budaya: Kontak antarbudaya melalui perdagangan, pernikahan, atau migrasi dapat memicu pertukaran ide, teknologi, dan seni antara berbagai kelompok masyarakat. Hal ini seringkali memperkaya dan memperluas pandangan dunia serta kreativitas masyarakat.
  3. Dukungan Sistem Sosial: Masyarakat yang mendukung ekspresi kreatif dan pemberdayaan individu seringkali memiliki tingkat kreativitas yang lebih tinggi. Sistem sosial yang memperbolehkan dan mendorong inovasi, seperti sistem pendidikan yang inklusif dan apresiasi terhadap seni dan budaya, dapat menjadi katalisator bagi kreativitas.
  4. Keingintahuan dan Kepengetahuan: Dorongan untuk memahami alam dan dunia sekitar, serta keingintahuan terhadap hal-hal baru, dapat memotivasi masyarakat untuk menciptakan solusi kreatif untuk masalah-masalah sehari-hari atau untuk memenuhi kebutuhan mereka.
  5. Pentingnya Spiritualitas dan Kesenian: Agama dan kepercayaan spiritual seringkali menjadi sumber inspirasi bagi seni, musik, tarian, dan ritual-ritual kreatif lainnya. Hal ini memperkaya warisan budaya dan menciptakan ruang bagi ekspresi kreatif yang mendalam.
  6. Teknologi dan Penemuan: Kemajuan dalam teknologi, baik itu dalam pertanian, industri, atau transportasi, seringkali menjadi pemicu bagi inovasi di bidang-bidang lainnya. Misalnya, perkembangan dalam teknik pembuatan kapal dapat memungkinkan perdagangan yang lebih luas, yang pada gilirannya memperkaya budaya dan seni.

Kreativitas masyarakat terdahulu seringkali merupakan hasil dari interaksi yang kompleks antara faktor-faktor tersebut, ditambah dengan ketahanan dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan lingkungan dan sosial.

Di bawah cahaya senja yang merona di langit Jakarta, Rama duduk di teras kafe kecil yang tersembunyi di sudut kota. Matanya terbelalak memandang gedung-gedung tinggi yang menjulang di kejauhan, menatap bangunan-bangunan modern yang berserakan di sekitarnya seperti puing dari peradaban masa lalu.

Dia merenung, mengingat masa lalu gemilang bangsa ini yang terkenal akan kekayaan budaya dan keindahan kreativitasnya. Dulu, Indonesia bukan hanya negara dengan keindahan alam yang memukau, tetapi juga kaya akan kearifan lokal yang tercermin dalam seni, arsitektur, dan kerajinan tangan yang memukau dunia.

Namun, kini Rama merasa getir. Di tengah gemerlap lampu kota yang megah, di balik kemegahan pusat perbelanjaan modern yang menjamur, kekreatifan itu seakan tenggelam dalam arus globalisasi yang membanjiri segala aspek kehidupan. Seni tradisional yang dulu dihargai sebagai cerminan identitas bangsa, kini terpinggirkan oleh arus tren dan teknologi canggih yang menghantarkan bangsa ini ke abad yang baru.

Rama menghirup udara malam yang semakin dingin, dan merenungkan ke mana perginya kearifan nenek moyang yang dulu begitu membanggakan. Apakah hanya sebatas kenangan yang diabadikan dalam museum-museum kota besar? Ataukah masih ada harapan, di antara gedung-gedung tinggi dan jalan-jalan raya yang semakin padat, untuk membangkitkan kembali kejayaan kreatifitas yang telah terkubur?

Tetapi, entah mengapa, di tengah kegelapan hatinya yang terpukul oleh realitas pahit ini, ada nyala kecil harapan yang masih berkobar di sanubari Rama. Harapan bahwa suatu hari nanti, Indonesia akan mampu menemukan keseimbangan antara masa lalu yang kaya akan kekreatifan dan masa depan yang modern tanpa kehilangan jati dirinya. Mungkin, di ujung jalan yang panjang ini, ada cahaya baru yang menanti untuk menyinari kembali keajaiban peradaban ini.

Dan dengan pikiran itu, Rama menoleh ke langit yang kian gelap, memutuskan untuk terus menjaga bara kekreatifannya dalam hati, sebagai penjaga api suci dari warisan budaya yang tidak boleh padam.

Malam berganti pagi dengan kelembutan. Matahari menyembul perlahan di balik gedung-gedung pencakar langit, memberikan cahaya baru bagi Jakarta yang ramai. Rama duduk di teras kafe yang sama, tetapi kali ini dengan semangat yang berbeda. Dia melihat sekeliling dengan pandangan yang tajam namun penuh harapan.

Di seberang jalan, seorang seniman jalanan mulai menggambar dengan anggun di atas kanvas putihnya. Wajahnya penuh konsentrasi, tangannya bergerak dengan lincah menciptakan lukisan yang memikat. Orang-orang berhenti sejenak dari kesibukan mereka, memperhatikan dengan kagum akan keindahan yang tercipta di depan mata mereka. Sebuah kekreatifan yang mengalir begitu alami, tanpa beban dari tuntutan modern atau trend sementara.

Rama tersenyum. Di sanalah letak harapannya. Bahwa di tengah gemerlapnya kota metropolitan ini, kekreatifan Indonesia masih hidup dan dapat berkembang. Mungkin tidak lagi dalam bentuk-bentuk yang sama seperti masa lalu, tetapi dalam ekspresi-ekspresi baru yang menggabungkan warisan budaya dengan inovasi masa kini.

Ia mengingat kembali saat-saat di mana seni dan kearifan lokal diperjuangkan untuk dikenal luas. Sebuah masa di mana batik, wayang, dan musik tradisional menghiasi panggung internasional. Dan meskipun tantangan masa kini mungkin berbeda, semangat untuk memelihara dan mengembangkan kreativitas tetap ada, tidak pernah luntur.

Dengan langkah mantap, Rama berdiri dan berjalan ke arah seniman jalanan itu. Ia ingin berbicara, ingin mendengarkan cerita di balik karya seni itu. Mungkin dari sana, ia dapat menemukan kunci untuk menghubungkan masa lalu yang gemilang dengan masa depan yang penuh potensi. Jakarta mungkin berubah, tetapi di dalamnya masih ada ruang bagi kekreatifan untuk berkembang, untuk menginspirasi dan menghidupkan kembali semangat peradaban Indonesia yang luhur.

1 komentar untuk “PERADABAN”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *